Sabtu, 24 September 2011

Bimasakti dan Andromeda


Sejauh itukah jarak kita kini?

Seperti jarak galaksi Bimasakti dan Andromeda, terselimuti sunyi, tak terjangkau cahaya mata sang lunar yang putih

Sejauh itukah aku tertinggal darimu?

Aku diam menunggu senyum yang datang darimu, seperti dulu.. menaklukkan hampaku seperti poros angin yang datang dari berbagai sudut semesta

Sejauh itukah kamu meninggalkanku?

Sampai kau tak mendengar rintik hujan pelan dari mataku dan mendengar bisik di sela ketidakberdayaanku, memanggil namamu, diiringi nyanyianmu

Tidak kau dengar?

Sejauh itukah aku dan kamu mengambil langkah?

Ataukah hanya kamu yang mengambil langkah? Sementara aku tetap mendiami galaksiku yang kembali sepi

Tidak, galaksimu juga sepi dan dingin, begitu juga hatimu tapi sepertinya itu hanya aturanmu untukku

Bukan untuk seseorang baru yang kan kau sambut di gerbang galaksimu

Sejauh itukah kita kini?

Sejauh Bimasakti dan Andromeda?

Tapi mengapa aku masih bisa merasakan kehadiranmu?

Meski aku tahu kamu melangkah cepat seolah meteorit medampingi gerakmu

Aku bisa merasakanmu, bagaimana bisa kamu tertinggal dalam diriku?


Ah.. jarak Bimasakti dan Andromeda

Mungkin sebenarnya kita tidak sejauh itu.


Minggu, 18 September 2011

Hope


There's a song that inside of my soul.
It's the one that I've tried to write over and over again
I'm awake in the infinite cold, but You sing to me over
And over and over again.

So I lay my head back down,
And I lift my hands and pray to be only Yours
I pray to be only Yours
I know now You're my only hope

Sing to me the song of the stars
Of Your galaxy dancing and laughing and laughing again
When it feels like my dreams are so far
Sing to me of the plans that You have for me over again


So I lay my head back down,
and I lift my hands and pray to be only Yours
I pray to be only Yours
I know now You're my only hope


(Only Hope - Mandy Moore. OST A Walk To Remember)

*Lagu ini menempati chart #1 di playlist gue minggu ini

Ya Allah, hanya kepadamulah aku berharap, hanya kepadamulah aku berdoa.
Berikan aku keikhlasan Ya Allah, jika memang dia hanya berempati dan hendak semakin menjauh dari gapaianku.
Dekatkan aku selalu padaMu meski sesakit apapun hatiku, sekeras apapun tangis sunyiku, menatap punggungnya yang kian menjauh meninggalkanku.

Jaga diri baik-baik, mr.p, terima kasih untuk empati itu.

095!


Hallo Semester 095! :D

Awal semester ini udah banyak cerita yang pengen gue sampein, tumpahin, muncratin (lah?) di blog ini ehehe

Pas minggu pertama masuk gue sakit.. Kerasanya pas di kampus, muka gue udah kaya apaan tau, pucet, badan panas dan sempoyongan, kepala juga rasanya beraaaattt cekaliiiy (tapi kalo kepala berat mah wajar, abisnya kamu selalu ada di kepala aku sih, bukan cuma di hati #eaaaa).

Gue rasa siapapun yang ngeliat gue saat itu bisa langsung tau kalo gue kurang sehat, mata gue aja udah merem melek, udah kaya lagu "gak gak gak kuaaaat"

Terus gue dianterin ke kostan naek motornya abang Imam, itu juga setelah perdebatan panjang karena tadinya gue pengen tetep di kampus, ga mau bolos kuliah padahal kondisi udah kaya begitu ckck, bandel nih si Nisa.

Di kostan panasnya naik turun, pas malem panasnya tinggi sampe gue ga nyadar kalo gue nangis tapi gue juga beruntung punya temen-temen kost yang.. aduh sesuatu banget yaahhh :')
Mereka beliin gue bubur, obat, terus ngompres (pas mau ngompres Desol ama Emak berdebat, air kompresan yang baik itu air anget apa air es haha), mereka masih berusaha bikin gue ketawa, mereka nemenin gue di kamar, begadang sampe gue tidur karena gue ga bisa tidur.
Nunu bilang di telepon: "Ya ampun Sro, kalo gue ga lagi sakit, gue udah ke kostan sekarang!"

Yaaahhh meskipun gue ga kaya Desol yang pas dia sakit, cowoknya beliin bubur jalan kaki ke Rabbani yang jauh tapi setidaknya kalian juga beliin gue bubur hehe.

Hari Kamis, Ibu jemput ke kostan karena panas gue ga turun-turun dan pas di rumah gue sembuh. Alhamdulillah.

Sakit kemaren itu emang harus tetep gue syukuri, karena Allah selalu punya alasan terbaik ketika memberikan apapun dalam hidup
kita, termasuk penyakit :)

Makanya sekarang jaga kesehataan *ngomong ke kaca*

Terus gue juga bersyukur karena gue punya keluarga di Jakarta, anak-anak sekelas dan anak kost..

Makasih Abang Imam yang ngasihin jaketnya, Panol yang ngasih minyak kayu putih, Bang Dhanu yang jauh-jauh beli teh manis anget, terus beberapa anak sekelas yang jenguk ke kostan.

Aaaaa makasih makasih E-Class, kalian partner dalam teamwork 4 tahun yang gue sayangi, makasih anak kostaaan yang udah bener-bener kaya keluarga, dan makasih mr.p yang suaranya gue dengerin terus selama gue mencoba tidur lalu muncul di mimpi gue.


Sekarang saatnya berjuang lagi, menyambut tugas-tugas lagi dengan sukacita :D

Jadwal kuliah Semester 095:

Entah kenapa gue suka keseluruhan dari jadwal semester ini, begitu juga mata kuliahnya.

Aku mencintai bidangku, itu salah satu dari langkah awal untuk mencapai mimpi-mimpi ^^

"Guru yang tidak hanya memberikan pengetahuan yang menjadi anak tangga pijakan muridnya tapi juga menunujukkan langkah muridnya untuk kemudian melepasnya naik semakin dan semakin tinggi menuju anak tangga berikutnya" -Buku Orientasi Pembelajaran Konstruktivisme

"Sastra itu seperti angin yang berbeda-beda konteksnya dalam setiap tempat yang dijumpainya, memiliki nilai estetik dan dipandang sebagai produk imajinasi dan perasaan penulisnya yang bekerja dengan persepsi-persepsi" -Buku Kajian Prosa

"Penulis sastra bekerja keras menghiasi dan mengembangkan kata, karena hiasan seperti itu merupakan bagian dari estetika prosedur kerjanya"
-Naguib Mahfouz (Sastrawan Arab, Penerima Nobel Tahun 1988)

Semangat untuk harapan-harapan di semester 095 ini, calon Dosen JBSI Prodi Pendidikan..*amiin =)