Minggu, 31 Juli 2011

The Power of Mind

“All that we are is the result of what we have thought. The mind is everything. What we think we become.” (Buddha)

Pikiran kita yang berada dalam otak emang punya kekuatan besar yang mengendalikan kita sepenuhnya.

Otak adalah satu-satunya organ tubuh manusia yang masih bisa bekerja walau organ tubuh lain sudah tidak berfungsi. Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita adalah hasil dari apa yang kita pikirkan di otak ki.

Menurut buku The Magic of Thinking, kesuksesan seseorang ngga diukur dengan satuan meter, kilogram, gelar atau status tapi dari cara berpikirnya. Nilai yang diberikan dunia atas diri kita ditentukan oleh nilai yang kita berikan kepada diri sendiri. Jadi intinya harus punya mindset yang positif terhadap diri kita dan hal-hal di sekeliling kita menuju kesuksesan. Ya kan?

Kunci awal untuk meraih kesuksesan adalah keluar dari comfort zone. Caranya dengan menghindari pikiran-pikiran negatif , berpikir positif dan yakin kalau kita pasti bisa dan mulai melakukan berbagai hal yang sebelumnya kita takutin. Usahain pikiran kita adalah pikiran yang berdiri di pihak kita, meyakinkan kita kalau kita bisa.

Power of mind itu dahsyat banget. Kalau kamu terus berpikir kamu ga bisa maka nantinya ga bakal bisa, tapi kalo kamu yakin kamu bisa, pasti bisa.

Rhonda Byrne di bukunya yang berjudul The Secret mengatakan bahwa pikiran kita bersifat magnetis dan punya frekuensi yang dipancarkan ke alam semesta. Kalau kita memikirkan hal-hal buruk, maka hal-hal buruk itu bakal balik ke kita dan jadi kenyataan begitu juga sebaliknya. So? Mendingan memikirkan hal-hal yang positif kan?

Kesimpulannya kekuatan pikiran sangat berpengaruh buat hidup kita dan masa depan kita ^^

“Pikiran dan perasaan anda menciptakan hidup anda. Akan selalu begitu. Dijamin.” –Lisa Nichols


Source: - Gogirl Edisi Agustus 2008 dan September 2008 (hasil dari baca-baca lagi majalah gogirl lama)

- berbagai sumber.

Naive

na.if
[a] (1) sangat bersahaja; tidak banyak tingkah; lugu; sederhana; (2) celaka; bodoh; tidak masuk akal - (KBBI)

Gue ngerasa naif.

Padahal kalo ngeliat tweet gue di atas itu seharusnya gue udah bener tapi sayangnya gue percaya sama feeling yang salah -,-

Kenapa gue percaya sama sesuatu yang abstrak semacam feeling? Karena sepertinya gue terlalu polos, lugu dan naif.


Hhhhh..


Senin, 25 Juli 2011

Our Problem and World’s Problem

Gue nulis ini semata-mata cuma mau bagi info aja, ga bermaksud sok atau apa, tapi abis baca ini mungkin kita termasuk gue juga bisa sadar kalo masalah-masalah yang nongol di dalam kehidupan ga ada apa-apanya dibanding sederetan masalah besar di dunia ini:

-Kemiskinan

Menurut PBB, sekitar dua puluh lima ribu orang meninggal setiap hari karena kelaparan dan kebanyakan korban kelaparan itu anak kecil. Karena apa mereka kelaparan? Tentunya karena kemiskinan. Kemiskinan bisa memaksa seseorang untuk melanggar hukum, dan menyebabkan masalah kesehatan. Banyak kan orang miskin yang terserang penyakit-penyakit kemudian ga bisa disembuhkan karena ga punya uang buat berobat.



Pendidikan bisa membantu mereka keluar dari kelaparan dan kemiskinan global. Yep seperti yang gue tulis di postingan sebelumnya tentang anak jalanan: Edukasi & Motivasi.

- K-Kesehatan

WHO mencatat setiap tahun ada tiga juta orang meninggal karena TBC, belum lagi penyakit-penyakit lain kaya busung lapar yang menyerang rakyat miskin, HIV Aids dan penyakit pernafasan karena merokok. So guys, merokok itu ga keren sama sekali loh, kebanyakan merugikannya, risiko dari rokok ga cuma berlaku buat penggunanya (perokok aktif), risiko lebih besar justru lebih besar menimpa perokok pasif.

- R-Rasisme

Konflik akibat rasis bisa banyak memakan korban. Rasisme ngga hanya tentang ciri-ciri fisik tapi juga diskriminasi agama. Yah, padahal perbedaan itu indah.

- P-Perang

Sampe sekarangpun masih ada perang, ga cuma perang besar yang terjadi di tahun 1914 (PD I) dan 1939 (PD II), sekarang juga ada perang.. kan?. Dampak dari perang banyak banget, salah satunya adalah anak-anak korban perang jadi ga bisa sekolah dan kehilangan masa depan karena ga bisa hidup layak.


- P-Pemanasan Global

Dampak dari pemanasan global: Es di kutub mencair, air laut semakin naik, iklim menjadi kacau dan sebagainya. Gara-gara keegoisan manusia juga, tangan-tangan yang ga bertanggung jawab yang seenaknya menebang pepohonan, padahal pohon-pohon itu paru-paru dunia, terus penggunaan plastik dan bertambahnya polusi.

Kita bisa mencegah parahnya pemanasan global ini lewat hemat listrik dan mengurangi pemakaian kantong plastik.

Masalah-masalah di Indonesia ga kalah banyak, anak-anak putus sekolah sementara korupsi makin merajalela etc etc.

See? Masalah-masalah yang besar kan? Lebih besar mana sama masalah-masalah kita? kayanya masalah kita makin keliatan sepele ya.

Gue juga termasuk orang yang sering banget dibawa pikiran kalo punya masalah, kadang bikin gue ngerasa gampang down, tapi ya gue juga harus sadar, di luar sana malah banyak orang yang punya masalah yang lebih besar. Dunia aja punya masalah-masalah rumit yang disebutin tadi.

Jadiin aja masalah itu sebagai temen (Trouble is a Friend – Lenka), karena masalah juga loh kita bisa hidup. Tuhan menciptakan masalah itu udah satu paket sama jalan keluarnya. Ya kan?

Kalo lo pernah atau sering ngerasa hidup itu jahat sama lo, coba lo jalan keluar, di jalan-jalan raya, di jembatan penyeberangan, banyak anak-anak kecil yang seharusnya sekolah sibuk cari uang, ajak ngobrol mereka dan liat ke dalem mata mereka. Apa yang bakal lo liat? Lo bakal tau kalo mereka ga pengen seperti itu, mereka pengen hidup normal kaya anak-anak seusia mereka yang lain. jangan bilang kalo mereka miskin karena salah mereka sendiri, hey man.. mereka juga ga pengen hidup kaya gitu.

Masalah mereka justru lebih berat dari masalah kita. Kita ga perlu mikirin besok makan apa atau gimana caranya biar ga sakit supaya ga usah berobat (karena biaya berobat mahal). Masihkah kita bilang hidup dan takdirnya jahat sama kita? Masihkah kita ribut hanya karena ga bisa beli baju baru?

Gitu aja sih, ini juga buat pembelajaran gue biar ga gampang tertekan kalo punya banyak masalah. Saling ngingetin aja, sekalian menyindir orang yang suka bilang: “Mereka miskin karena salah mereka sendiri, mereka ga berusaha”. Ga tau kenapa, denger kalimat itu, gue yang ngerasa sakit hati meskipun itu bukan buat gue.

Jadi yah.. masih banyak masalah-masalah lain yang lebih berat di dunia, bahkan menimpa anak-anak kecil yang ga punya dosa. Intinya sih lebih banyak bersyukur aja, karena di setiap masalah juga pasti ada hikmahnya.

*ngingetin siri sendiri*

Oh ya, klik yang ini juga deh -> http://blueskyadmirer.tumblr.com/post/4863716352

Kita diingetin untuk bersyukur ^^

It's Really Goodbye


And the award for the best liar goes to you

For making me believe that you could be faithful to me

…………..

Don’t tell me a sorry cause you’re not

Baby when I know you’re only sorry you got caught

But you put on quite a show you really had me going

But now its time to go curtain’s finally closing

That was a quite a show very entertaining

But it’s over now

Go on and take a bow


(Take A Bow - Rihanna)


Yep, don’t tell me you’re sorry cause you’re not..

Ex...

I've already forgiven you before you say sorry

But too many hurt you leave, so that there is
no longer a gap in my heart to love you as before.

It’s really goodbye now.. I don’t wanna keep you in my heart again.

Goodbye


-From someone who call you koala, yesterday.

Jadi Anak Kost


Mau bagi pengalaman nih setelah menjadi anak kost selama setahun huehehe *sok banget, baru juga setaun*
“Anak kost? Gue harus jadi anak kost? Bisa gitu gueeeh?” Gitu yang ada di pikiran gue pas tau gue bakal jadi anak kost. Mau ga mau gue harus ngekost karena jarak dari rumah gue ke kampus ga bisa dibilang deket (malah dengan sadisnya temen kampus gue, abang Dhanu ama abang Didit sampe bilang: “Dari kampus ke rumah lo mah bisa-bisa nyampenya besok” -___- orang gila, jangan didengerin, rumah gue ga sepelosok itu)
Gue mulai ngekost itu bulan Agustus (pas puasa) bareng sama temen SMA gue, Rika dan Niken, gue menempati kamar ke-17 dari 17 kamar, iya gue dapet kamar terakhir, paling pojok, deket kebon belakang dan gue sendiriaaaaaannn -,-
Awal-awal ngekost ini bagi gue berasa berat bangeeeet, yang biasanya buka sama saur bareng keluarga di rumah lah ini buat buka harus beli dan sekalian sama buat saur juga (di kostan ini ga ada dapur umumnya jadi makan harus beli), pernah pas saur di hari kedua ngekost, lauk makanan yang gue beli ternyata basi, bisa bayangin betapa mirisnya gue waktu itu? T_T Gue langsung curhat sama kakak senior di kamar sebelah gue dan akhirnya gue ga saur.
Pas fase awal-awal ngekost ini juga gue baru ngerasain yang namanya homesick, gue sering nangis sendirian, abis sholat pasti nangis pengen pulang, kedengerannya lemah banget ya? Tapi coba alamin sendiri deh, lo bakal ngerasa kalo saat-saat di rumah lo itu ternyata berharga banget. Nyokap gue aja telepon tiap hari pas masa awal gue ngekost ini hehe.
Kalo udah mulai kena syndrom homesick ini biasanya gue mengalihkannya ke berbagai kegiatan, gue sering banget menghabiskan waktu di kampus dari pagi ampe sore biar waktu-waktu kesepian di kostnya cuma sebentar karena gue abisin di kampus, ngisi waktu dengan baca buku atau nulis terus sering banget gue maen ke kamarnya Rika ama Niken, sampe sekarang pas gue pindah kostan-pun ada barang gue masih ada yang tersimpan di kamar mereka (heh kalian, jaga baik-baik ya properti Dian Sastro! *kibas rambut*)
Ketika mulai semester 2 gue pindah kostan, jadi lebih deket sama kampus, Rika dan Nikenpun melepas kepindahan gue dengan uraian airmata *pret* tapi kita masih sering ketemu di kampus dan warung-warung jalan pemuda ^^
Guepun sekarang satu kostan ama temen sekelas gue di kostan yang catnya hijau *padahal gue udah bilang ama yang punya kostan, catnya biru aja u,u*. Gue juga udah deket banget ama anak-anak penghuninya, di kostan ini ada balkon yang jadi tempat favorit anak-anak penghuni kost buat ngumpul. Daerah sekitarnya kebanyakan kost-kostan, jadi warung-warung makan, warung pop ice dan warnet juga banyak. Ini postingan gue yang nyeritain tentang anak kost cat hijau-> (klik)
Yep, setelah agak lama, melalui proses yang lumayan berat, gue juga jadi terbiasa sama kehidupan sebagai anak kost, kehidupan yang mandiri. Jadi buat yang baru ngekost, emang sih awalnya kerasa berat tapi nikmatin aja, dibawa enjoy, lama-lama juga terbiasa kok.
Kalo kostan lagi sepi bisa maen ke kost-kostan temen biar ga kesepian ^^
Kerugian Ngekost:
1. -Peraturan ibu kost. Namanya juga tinggal bareng-bareng orang lain, pastinya lebih banyak peraturan dibanding rumah sendiri.
2. -Kalau pas lagi sakit. Hhhh derita banget nih buat anak kost kalo lagi sakit, biasanya ada nyokap yang nyiapin makanan dan obat, di kostan ga ada yang manjain kita dan menurut survey sih, biasanya anak kost yang lagi sakit pasti rata-rata jadi pengen pulang ke rumah.
3. -Ngekost identik sama kehidupan irit. Meskipun lo dikasih uang bulanan yang banyak dari ortu lo tetep aja deh lo pasti bakal kepikiran buat ngirit.
4. -Kalo lagi kangen-kangennya sama keluarga, rasanya sediiiih.
5. -Kalo lagi pengen kesunyian dan ketenangan itu agak susah, secara suasana kostan tuh rame mulu. Menjelang ujian atau banyak tugas biasanya lumayan hening.
6. -Supaya uang bulanan ga cepet abis, kadang harus rela makan seadanya, timbul deh masalah di pencernaan dan gizi.
Keuntungan Ngekost:
1. -Tinggal bersama dengan orang lain membuat keterampilan bersosialisasi makin terasah
2. -Belajar tanggung jawab dan mandiri. Beli makan atau masak, nyuci pakaian, ngejemur, nyetrika, nyapu, ngepel, itu rutinitas.
3. -Sering punya acara seru dengan penghuni kost yang lain buat mengurangi homesick dan bosan. Misalnya nih kalo di kostan gue, acaranya ngumpul di satu kamar, begadang, curhat-curhatan sambil ngemil, maen kartu, nonton film horror rame-rame dan webcaman.
4. -Kalo lagi ada masalah atau butuh bantuan, anak-anak kost yang lain pasti bakal bantu, biasanya sesama anak kost punya rasa solidaritas yang tinggi.
5. -Lagi pengen makan martabak atau delivery pizza, ajakin aja anak-anak yang lain buat patungan.
6. -Ngekost bikin kita bisa manage keuangan kita sendiri dan belajar untuk ga boros.
7. -Dengan hidup mandiri dan menjaga kepercayaan ortu, mereka akan menambah kepercayaan untuk hal yang lebih besar dengan catatan kita ga menyalahgunakan kepercayaannya.
8. -Ngekost ngajarin kita untuk berbagi, misalnya lo beli ayam bakar, dimakan di kostan, ga mungkin kan lo makan sendiri?
9. -Bikin acara jalan-jalan sama temen-temen dari kostan lain, ke tempat-tempat yang deket aja, lumayan buat ngisi hari libur biar ga bengong di kostan.
-Ini gue sama beberapa temen sekelas gue yang pada ngekost juga, hari itu kita bikin anak kost’s day out, khusus anak kostan hueheheheh

Sayangnya ada dua orang anak kost kelas gue yang ga ikut acara ini dan itu abang Imam ama bang Dhanu cuma ikutan doang, mereka bukan anak kost tapi mereka menyebut mereka sendiri sebagai gembala anak kost. (JADI? KITA KAMBINGNYA GITU?)

1. -Tempat kost bisa jadi basecamp buat temen-temen nongkrong, nungguin jam kuliah atau ngerjain tugas bareng atau.. foto-foto hueheheh, kaya gini nih:

2





Balkon kostan gue sering dipake anak-anak sekelas buat ngerjain tugas bareng, tidur sambil nunggu jam kuliah dan poto-poto pake properti kostan (sapu). Oh ya, di foto yang megang sapu itu rambut gue masih pendek, itu baru semester 1, awal masuk kuliah.. hehe

1. -Wisata kuliner bareng-bareng dan masak bareng-bareng. Kalo lagi ga masak, gue dan anak-anak kostan lainnya sering nyari makan di luar, biar ga bosen makan di tempat-tempat itu aja kita sering nyari tempat makan baru dan akhirnya jadi tau mana tempat-tempat makan yang enak, mana yang biasa-biasa aja. Masak bareng-bareng juga seru, kita bisa saling berbagi resep dan tips masak, terus pas makan bareng-bareng hasil masakan kita pasti ada kepuasan tersendiri apalagi makannya rame-rame.

Tips buat anak kost berdasarkan pengalaman pribadi:
1. -Buat yang muslim, jangan lupa bawa Al Quran di kostan, abis subuh dibaca, pasti adem deh, kalo mau ajakin juga anak-anak kost yang lain biar baca bareng-bareng ^^
1. -Selalu sedia obat penting. Kalo punya penyakit maag selalu sedia obat maagnya. Jangan sampe pas lagi kambuh kita harus ke apotek dulu atau minta tolong temen kita yang ke apotek, kan ga enak, ngerepotin.
1. -Jaga pola makan dan jangan keseringan makan mie instan. Gizi kita sebagai anak kost juga tetep harus tercukupi, kalo sakit kan repot. Banyak yang bilang anak kost akrab banget ama mie instan, iya sih tapi jangan keseringan juga, ga baik.
1. - Sedia stok cemilan dan minuman seduh, misalnya susu bubuk (kalo gue sukanya milo :9), teh, atau kopi. Kalo diluar lagi hujan deras kan enak tuh kita ga usah ke luar lagi, tinggal berdiam di kamar, selimutan sambil ngemil dan minum yang anget-anget terus baca buku atau nonton tv.
1.- Jaga kebersihan dan kerapian kamar. Jangan mentang-mentang kamar sendiri, ga ada yang ngawasin kita jadi seenaknya. Pagi-pagi sebelum ke kampus beres-beres dulu, taro barang yang udah dipake ke tempat semula, alat-alat makan kalo udah dipake langsung dicuci biar ga bertumpuk. Kamar yang bersih dan rapi bikin kita yang lagi cape pas pulang kuliah juga ngerasa nyaman. Ga cuma kamar, kalo ada jadwal piket kostan juga jangan lupa dikerjain.
1. - Cuci baju sendiri. Pasti di sekitar kostan banyak jasa laundry kiloan yang harganya terjangkau tapi kalo menurut gue siiiihh… kalo bisa dan emang sempet, mending nyuci baju sendiri aja. Seminggu dua kali nyucinya biar cucian ga numpuk dan bikin stress, nyucinya sambil dengerin musik deh, biar ga kerasa tau-tau udah selesai.
- Multitasking. Misalnya sambil nunggu rendaman baju, kamu isi waktu dengan menyetrika atau ngerjain tugas-tugas.

1. - Kebutuhan bulanan kaya kosmetik (buat para cewek), detergen, pewangi, dan peralatan mandi sebaiknya langsung dibeli begitu dapet uang bulanan, kalo ditunda-tunda yang ada malah uang anggarannya kepake.
1. - Bikin papan tanda yang ditaro di pintu kamar, misalnya tulisannya gini: “Lagi sibuk, jangan diganggu dulu yaaa :)” atau “Me Time” atau “Sorry, I’m busy right now”. Pasang tanda itu ketika kamu lagi pengen sendiri atau lagi sibuk ngerjain sesuatu dan ga bisa diganggu. Temen kost kamu yang biasanya nyelonong masuk kamar pasti ngerti sendiri dan ga ganggu kamu, setiap orang kan pasti punya saat-saat pengen sendirian, kamu juga ga perlu jadi ga enak hati karena harus ngusir dia.

Yak, itulah sebagian pengalaman yang bisa gue bagi dan tipsnya juga. Selamat menjadi anak kost! ^^


-

Say Hello to My New Friend


Plantacid®

Each 5 mL suspension of Plantacid® contains:

Dried Al. Hydroxide Gel USP ……… 300 mg

Mg. Hydroxide ……………………………. 300 mg

Dimethyl Polysiloxane ……………….. 30 mg

Indications:

To reduce symptoms related to hyperacidity, stomach ulcer, duodenal ulcer such as nausea, flatulence, and sensation of fullness in the stomach.