Rabu, 03 Agustus 2011

Kasus Tulisan Di Jendela

Haiii..Postingan di hari kedua bulan Ramadhan :D

Hari Senin kemaren di hari pertama puasa gue meluncur ke kampus buat ngurusin KRS kelas yang katanya bermasalah. Setelah urusan di kampus beres sekitar jam satuan gue sama Irma (Emak, temen satu kost gue) Yeni dan Dhian (temen sekelas gue) pergi ke kostan. Sayangnya Nunu (sohib gue ga dateng kemaren jadi dia ga ikut ngumpul di kostan).

Di jalan, pas kostan udah keliatan dari jauh, Irma bilang gini: “Huaaaa, setelah satu bulan akhirnya ketemu kostan lagi..”.

Gue emang ga balik-balik ke kostan sejak liburan berlangsung, paling ke kampus doang udah gitu pulang, ga mampir-mampir ke kostan, otomatis kemaren itu pertemuan kembali dengan kostan setelah satu bulan.. mengharukan.

Kostan sepiii banget, iyalah anak-anak kost pada pulang kampung. Untungnya kostan ga jadi berdebu dan ga ada sarang laba-labanya saking lamanya ga dihuni *lebay banget lo thu*, kalo gitu mah bisa-bisa kostan udah jadi museum bersejarah begitu gue balik abis lebaran.

Tapi begitu menginjakkan kaki di depan kamar gue, gue menemukan kejanggalan. Kejanggalan! KEANEHAN! KASUS! *mulai deh sok detektif*.

Keanehan itu cukup membuat gue tercengang. Keanehan apakah itu? JENG JENG. Di jendela kamar gue yang letaknya di samping pintu, terdapat tulisan-tulisan aneh, coretan misterius! Coretan berupa tulisan-tulisan yang nampaknya merupakan tulisan dari seseorang entah siapa yang datang ke kostan. Jendelanya emang berdebu karena emang ga ada penghuni yang bersihin, karena debu itulah jadi jendelanya bisa ditulisin pake tangan.

Coretannya penuh banget , menuhin jendela gue, jendela-jendela kamar kostan yang lainnya ga ada loh. Cuma jendela kamar gue doang. Kenapa coba? Apa alasan orang misterius itu cuma mencorat-coret jendela gue? Apa salah jendelaku? Kau buat begini? -_____-

“Buset tulisan siapa itu Nis?” Tanya Yeni

“Ga tau, yang jelas bukan gue” (iyelah kurang kerjaan amat gue)

“Jangan-jangan si Desol atau anak kostan lain yang nulis” Irma mencetuskan analisisnya.

“Masa sih? Desol kan udah ga balik-balik ke kostan dari sejak awal libur, Dewi atau Teh Enci mungkin aja sih tapi ngapain juga mereka nyorat-nyoret jendela gue kaya gini?”

“Iseng kali” (Kalo segitu isengnya kenapa ga bersihin kaca jendela gue aja biar ga berdebu bukannya nyoret-nyoret begitu -,-)

“Atau mungkin ini perbuatan fans Dian Sastrooooo?”

*dilemparin petasan banting*

-_____-

Setelah diteliti dengan seksama ternyata itu bukan coretan biasa, coretan yang sekilas terlihat asal dan ngga penting itu itu membentuk suatu tulisan yang bermakna, membuat siapapun yang membacanya akan tersentuh.

Begini bunyinya:

‘I love you but I hate you

You are parasit!

I want to kill you

Crazy because of you

Broken Heart

I hate My Grandma tiri , She is b*tch!

I hate…’

Blablabla.. masih banyak tulisan lain yang gue lupa apa lagi. Tapi kalimat-kalimat di atas emang begitu adanya, ga ada yang gue ubah, sama persis kaya di jendela.

Gue cuma bisa bengong baca tulisan-tulisan di jendela itu, selain itu banyak coretan-coretan berupa simbol hati yang patah.

Analisis gue berdasarkan tulisan alias curhatan penulis misterius itu di jendela, kemungkinannya dia adalah:

-ABG labil berusia 13-16 tahun yang merasa hidupnya tidak adil sehingga dia menumpahkan curahan hatinya ke jendela kamar gue karena ga sempet beli buku diary.

-Murid SMP atau SMA yang lagi galau karena cowok yang dia taksir ga membalas cintanya

-Seseorang yang baru punya nenek tiri yang jahat padanya.

Gue jadi simpatik sama dia, kayanya dia benar-benar berada dalam kegalauan tingkat kedutaan ketika mencorat-coret jendela ini.

Sayangnya Dik, meskipun aku adalah si empunya kamar yang jendelanya kau corat-coret itu, aku tidak bisa banyak membantu apalagi soal lelaki yang telah membuatmu gila hingga nekat mencorat-coret jendela, soal hatimu yang patah itu atau soal grandma tirimu itu.

Sabar aja ya.. terus coba sisihin uang jajan buat beli buku diary yang ada gemboknya sekalian biar ga usah nyorat-nyoret jendela, kalo jendelanya ga ada debunya kan repot, gimana mau nulisnya coba? Kalo mau hemat, beli buku tulis biasa aja yang 38 lembar.

Selain itu.. Pelis dweeeeh Dik.. Jendela bukanlah ajang untuk curhat, jaman sekarang banyak jejaring sosial yang bisa jadi tempat curhat kok, bisa lewat facebook, twitter atau blog. Dilihat dari gaya tulisanmu sepertinya kamu anak kelewat gahol, masa iya ga punya fb atau twitter?

Coba deh tulisan lo di jendela itu lo jadiin status fb, misal: “I’m crazy because of you!” ntar pasti banyak yang like ama comment kalo di jendela kan ga ada yang bisa ngelike?

Ok dik, jangan galau lagi ya.. Semoga semua masalahmu beres dan kamu bisa berdamai dengan grandma tirimu. Sekian.

-Dari yang punya jendela.

Sayangnya kemaren itu jendelanya ga gue poto..

Beneran deh, gue jadi bertanya-tanya, siapa ya yang nulis-nulisin jendela kamar kostan gue itu? Ibu Kost? Atau suaminya? HAH? Masa iya suami istri dewasa yang punya satu anak itu iseng nyorat-nyoret jendela dengan tulisan: “Broken heart?” Ga mungkin -___-

Hmmm.. Misterius kan?

Minggu, 31 Juli 2011

The Power of Mind

“All that we are is the result of what we have thought. The mind is everything. What we think we become.” (Buddha)

Pikiran kita yang berada dalam otak emang punya kekuatan besar yang mengendalikan kita sepenuhnya.

Otak adalah satu-satunya organ tubuh manusia yang masih bisa bekerja walau organ tubuh lain sudah tidak berfungsi. Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita adalah hasil dari apa yang kita pikirkan di otak ki.

Menurut buku The Magic of Thinking, kesuksesan seseorang ngga diukur dengan satuan meter, kilogram, gelar atau status tapi dari cara berpikirnya. Nilai yang diberikan dunia atas diri kita ditentukan oleh nilai yang kita berikan kepada diri sendiri. Jadi intinya harus punya mindset yang positif terhadap diri kita dan hal-hal di sekeliling kita menuju kesuksesan. Ya kan?

Kunci awal untuk meraih kesuksesan adalah keluar dari comfort zone. Caranya dengan menghindari pikiran-pikiran negatif , berpikir positif dan yakin kalau kita pasti bisa dan mulai melakukan berbagai hal yang sebelumnya kita takutin. Usahain pikiran kita adalah pikiran yang berdiri di pihak kita, meyakinkan kita kalau kita bisa.

Power of mind itu dahsyat banget. Kalau kamu terus berpikir kamu ga bisa maka nantinya ga bakal bisa, tapi kalo kamu yakin kamu bisa, pasti bisa.

Rhonda Byrne di bukunya yang berjudul The Secret mengatakan bahwa pikiran kita bersifat magnetis dan punya frekuensi yang dipancarkan ke alam semesta. Kalau kita memikirkan hal-hal buruk, maka hal-hal buruk itu bakal balik ke kita dan jadi kenyataan begitu juga sebaliknya. So? Mendingan memikirkan hal-hal yang positif kan?

Kesimpulannya kekuatan pikiran sangat berpengaruh buat hidup kita dan masa depan kita ^^

“Pikiran dan perasaan anda menciptakan hidup anda. Akan selalu begitu. Dijamin.” –Lisa Nichols


Source: - Gogirl Edisi Agustus 2008 dan September 2008 (hasil dari baca-baca lagi majalah gogirl lama)

- berbagai sumber.

Naive

na.if
[a] (1) sangat bersahaja; tidak banyak tingkah; lugu; sederhana; (2) celaka; bodoh; tidak masuk akal - (KBBI)

Gue ngerasa naif.

Padahal kalo ngeliat tweet gue di atas itu seharusnya gue udah bener tapi sayangnya gue percaya sama feeling yang salah -,-

Kenapa gue percaya sama sesuatu yang abstrak semacam feeling? Karena sepertinya gue terlalu polos, lugu dan naif.


Hhhhh..