Minggu, 15 Januari 2012

Bandung dan Saya

Sebelumnya, di highlight 2011 gue udah bilang kan soal ke Bandung.. yep, akhir Desember kemaren gue ke Bandung, kota yang udah gue tinggalkan selama 4 tahun, kota yang jadi tempat gue berpijak selama 14 tahun, kota yang berhenti jadi saksi kehidupan gue setelah gue lulus SMP.

Gue ga ada feeling sama sekali waktu itu bakalan ke Bandung, yang jelas pas malem jumat menjelang minggu tenang UAS, gue lagi gogoleran di kamar kost terus nyokap gue sms. Dia nanya gue kapan pulang, gue jawab kayanya hari Sabtu eh dia nyuruh gue pulang besok Jumat soalnya mau nginep di Bandung.
Gue ampe melotot baca sms itu. BENERAN NIH? KE BANDUNG? KE GADI
NG TUTUKA?

Hari Sabtu gue sekeluarga dan keluarga tante gue berangkat ke Bandung, dan lo tau apa yang gue rasain? deg-degan kemudian jadi norak. Iya, norak, gue update status di fb dan twitter, mendadak jadi banci update, mendadak loncat-loncat di kursi belakang, mendadak pengen nongolin kepala di jendela terus teriak-teriak:
HAIIIII! SAYA RESTU ANNISA, SAYA MAU KE BANDUNG! BUKAN, SAYA BUKAN ANNISA CHERRYBELLE!

....

Apa coba?

Pas memasuki daerah Kopo Sayati.. gue langsung berubah melankolis, gue diem ngeliatin jalanan dari dalem mobil. Gue kenal, amat sangat kenal jalanan ini *lah? jadi kaya orang amnesia -_-*

Gue ngelewatin SMP gue, ngelewatin pizza hut deket SMP yang jadi tempat bokap gue nungguin kalo pulang kerja terus jemput gue balik dari sekolah,
ngelewatin toko boneka tempat nyokap gue beliin boneka beruang biru yang sekarang gue bawa ke kost, ngelewatin jalan mau ke rumah sahabat gue semasa SMP, , ngelewatin tempat nongkrong gue sama temen-temen pas SMP, ngelewatin SD gue, ngelewatin perumahan Gading Tutuka, tempat gue tinggal dulu, ngelewatin daerah kabupaten yang jadi pasar kaget setiap hari Minggu, ngelewatin rental buku langganan gue, ngelewatin Masjid Nurul Hikmah tempat gue ngaji dari Iqra sampe Al Qur'an, ngelewatin ini ngelewatin itu...

Sudah banyak yang mulai berubah, sudah 4 tahun gue tidak pernah melihat semua itu. Dari setiap jalan yang gue lewatin itu, kenangan-kenangan ikut menguar, seolah mengalir menyerbu seiring gue berjalan melewatinya.

Gue kangen, gue kangen kehidupan gue di kota itu.
Gue kangen rumah gue yang dulu, kamar gue, kamar gue yang penuh poster dan radionya selalu nyala tiap sore, gue kangen main sepeda di lapangan kompleks sama temen-temen sekitar rumah yang kebanyakan adalah cowok dan mereka dari kecil suka main masak-masakan sama gue *haha -_-* terus gue belajar naik motor di lapangan itu juga, gue kangen ruang tengah tem
pat nonton tv yang dipasangin karpet abjad yang hangat, gue kangen halaman depan rumah yang ada pohon mangga kecilnya sama bunga-bungaan yang gue siram setiap sore, gue kangen duduk di pinggir kolam ikan di halaman rumah...

Gue kangen semua itu, tapi gue tau kalo gue ga akan pernah bisa mengulang semua itu, itu cuma kenangan yang ga bakal jadi nyata lagi, cukup tinggal di pikiran gue aja. Ga ada yang tau waktu itu, nyokap gue, bokap gue, ade gue maupun tante dan om gue kalo waktu di jalan itu gue nangis.


Gara-gara gue kehidupan keluarga gue jadi berpindah ke kampung halaman, ke Tangerang.
Mungkin kalo masih di Bandung, kehidupan keluarga gue ga seperti sekarang.

Ok, kayanya gue mulai cerita terlalu jauh
Sorry.

Yah bukannya gue ga bersyukur, gue bersyukur kok di Tangerang, bisa lebih deket sama keluarga besar dan semua orang juga pasti punya masa lalu kan :")

Kota Bandung.... mungkin bukan kota kelahiranku, tapi aku menghabis
kan 14 tahun hidupku disana dan kemarin memang hanya dua hari yang singkat tapi suatu hari nanti aku pasti kembali lagi kesana, entah kapan dan berapa lama.




Banyak hal yang berubah, sekarang gue juga berubah
everything changed in every second, minute, hour, day, week, month and year, correct?
Maybe now.. I'm not like the most girls...
Gue lebih suka baca buku di kamar ketimbang main keluar (ini sih emang dari kecil gue begitu), lebih suka ke toko buku daripada bioskop, lebih suka naik sepeda daripada naik motor, lebih suka nulis daripada koar-koar, lebih suka susu coklat daripada macem-macem kaya cappucinno etc, lebih tertarik melihara ikan daripada kucing, lebih suka dengerin instrumental, lebih suka komik Conan, lebih suka drama Korea dengan tisu untuk nyeka airmata, lebih suka bedak bayi daripada bedak make up, lebih suka lipgloss daripada lipstik merah, suka belanja tapi BUKAN shoppaholic, suka vintage, pengen banget ngajar anak-anak, masih suka duduk anteng nonton kartun, masih suka mengkhayal bisa terbang naik awan, ga menganggap kalo mawar merah itu istimewa, menurut gue mawar biru itu baru istimewa, yakin kalo langit itu sebenernya selalu biru, cengeng, susah move on, peka dan amat sangat suka biru langit daripada pink.
That's me.

Gue juga bukan tipikal cewek-cewek FTV yang cantik, kaya raya, fashionnya keren, hidupnya mewah dan serba enak, tinggal minta terus dibeliin, dan dikejar-kejar lelaki.


Bukan, gue bukan tipe seperti itu.
Gue juga ga suka dibilang sombong, soalnya... apa coba yang bisa gue sombongin? Bersyukur aja gue masih kurang, yang berhak sombong kan Dia, Penguasa Langit & Bumi

Kehidupan gue di Bandung cuma sebatas kenangan yang akan selalu gue simpan, gue pasti sedih kalo inget kota itu apalagi inget kehidupan keluarga gue yang sekarang yang berbeda dengan waktu di Bandung tapi...
"Kesedihan kan memang tidak mengenal derajat kehidupan yang diciptakan manusia. Kesedihan tidak pernah berkolerasi dengan standar kehidupan manusia yang amat keterlaluan cinta dunianya. Kesedihan hanya mengenal ukuran yang Dia sampaikan lewat ayat-ayatNya. Kesedihan seseorang harusnya kegembiraan baginya. Hanya untuk orang-orang yang berpikir..." (Tere Liye)

Jadi... ada hikmah di balik kesedihan gue terhadap kota itu dan diri gue yang sekarang, gue harus berusaha untuk lebih baik lagi ke depannya, berusaha di kehidupan gue yang sekarang, yang seperti ini dengan tetap bersyukur pada adanya masa lalu itu.

Allah masih mengizinkanku untuk bernafas, mengizinkan organ-organku bekerja lalu kenapa aku harus mengeluh?

Post ini bukan pencitraan, 100% bukan. Ini bisa jadi sebuah potongan cerita dari hati gue yang sedikit gue bagi. ^^

Sabtu, 07 Januari 2012

Faith

Kalau kesetiaan itu kebodohan, berarti aku percaya dan melakukan kebodohan, sampai sekarang.




Minggu, 01 Januari 2012

Highlight 2011 and Welcome 2012!

Happy new year buddies! Ah 2011 berakhir, tahun dimana gue menjalani hari-hari sebagai manusia berusia 18 tahun. 2011 punya banyak warna-warni tersendiri yang berputar-putar di benak gue, apalagi pas malem taun baru tadi.
Gue bukan tipe orang yang suka keramaian, hampir setiap malem tahun baru gue males keluar rumah, ke tempat hura-hura atau hedonisme, paling cuma liat kembang api di langit dari teras rumah kemudian lanjut dengerin musik sambil nulis atau ngerjain tugas atau nonton film yang diputer di tv. Pas countdown-pun gue di kamar sambil berpikir-pikir kemajuan apa yang sudah gue capai di 2011 dan apa yang harus gue perjuangkan selanjutnya. Tahun kemarin murni gue menyepi di kamar, kalo taun sekarang ada acara keluarga besar dan sepupu-sepupu nginep di rumah tapi ya tetep aja, gue bukan seseorang yang antusiasme sekali dengan pesta tahun baru.
“Malem taun baruan kemana?”
“Ke sepian”
Ga apa-apa, justru memang seharusnya sepi, introspeksi diri hehehe.
Malem taun baru.. 31 Desember menuju 1 Januari, gue jadi inget tanggal 31 Desember tahun kemarin, menjelang pergantian tahun ketika gue mumet gara-gara tugas filsafat sementara di luar rumah kembang api bersahut-sahutan tiada henti , and the first time he retweeted my tweet, pertama kalinya gue berinteraksi dengan dia di jejaring sosial padahal sebenernya udah lama saling follow. Yep, he’s mr.p.
Gara-gara kenangan yang melekat itu gue jadi kepikiran buat bikin highlight di tahun 2011, sekedar catatan penting tahun kemarin aja, yang ga gue lupain. Tadinya gue cerita banyak di highlight ini tapi setelah dipikir-pikir… kok jatuhnya malah curcol plus frontal ya -_- jadi akhirnya pake keyword-keyword aja deh.
This is my highlight in 2011 (setelah direvisi):
January: IP sesuai target Alhamdulillah - Someone who called Koala came into my life, I think he is my big mistake in 2011- I Became a shawol (SHINee World)
February: 3 Feb, Happy 18th Birthday! I think this is my unforgettable birthday, my family, my friends and someone I called mr.p- ron weasley- sky makes me feel so special - 5 Feb ketemu mr.p and he smile, to me, yeaa finally he know me, sebelumnya dia bahkan ga sadar kalo ada gue di sekolah - Semester 2 perkuliahan dimulai
March: I feel like an idiot, super idiot - Wrong choices, wrong decision
April: Month of broken heart - Lost - Cry - Mr.P
May: Langit abu-abu
June: Tumpukan tugas akhir - Pertama kalinya karya gue dibukukan (meski diterbikan sendiri) untuk tugas
July: Holiday -His birthday - Prepared a new novel - Promise to my parents
August: Semester 3! - Penobatan Duta Galau 2011 -___- - Power Rangers! - MVP
September: Melody melody (recording: guardian angel etc *blushing)* - Uyut's house (Ciamis) for Lebaran - Sakit panas dan radang yang dahsyat, gue nangis-nangis tengah malem di kost - Surat berpita biru
October: Gue merasa jarak gue dan dia semakin dan semakin jauh, tapi apa yang bisa gue lakuin? Nangis? No one care - Kupu-kupu - Good bye Brielle
November: I try to move on more and more - Tired - Introvert
December: Tugas-tugas fantastis - Gosip melanda di kelas haha, hey, dia itu sobat deket gue,emang ga boleh punya sohib cowok? nothing special between us loh :p - Move on gagal - Salah satu temen gue bilang: "Temen-temennya mr.p disana cantik-cantik banget Nis, mungkin dia udah jatuh cinta sama salah satu di antara mereka" #jleb - Goes to Bandung (akhirnya setelah 4 tahun ga pernah ke Bandung lagi dan ternyata sudah banyak sekali yang berubah) - New years and some knife from mr.p's tweet in the last friday of 2011.
I know I'm not pretty like the girls you've meet but you need to know that I have something in myself, in my heart that you did'nt understand, the ice in your heart makes you didn't understand about that. Thank you.
and.....
Welcome 2012.
Besok langsung UAS!! Huaaa wish me luck!
Semoga tahun ini lebih lebih dan lebih baik lagi, amiiiin
Seperti sebuah bejana waktu yang berputar-putar, berkas-berkas misteri mengikuti bersamaan dengan harapan-harapan, aku memperhatikan racikannya dan bersiap untuk melangkah selanjutnya, hanya saja aku masih ingat berbagai warna biru di belakang itu. Ah, tidak ada belakang.. karena semuanya bersamaku, berjalan bersamaku ke depan.
2012..

2011 memberi aku langit biru, juga kesempatan untuk melukisnya.. 2012, semoga langitku lebih indah lagi tanpa melupakan esensi-esensi langit yang kukagumi... - Resannisa