Sabtu, 03 Desember 2011

Catatan Harian November - Desember

Hey! Udah lama rasanya ga posting. Maklum aja sih yah kalo lagi ada serangan beruntun tugas dan masalah-masalah lain, jadi ga sempet nulis.
Saat gue posting ini, gue lagi ga enak badan, not delicious body, ga tau kenapa. Malah semalem menggigil tanpa ada sebab ckck dan kalo lagi kaya gini gue lebih suka nulis ketimbang selimutan.
Suhu badan gue normal kan? ga perlu dikompres kan? *nanya ke si Kaito, nama notebook gue, temen malem minggu gue* *Kaito tak menjawab*

Gue lagi pengen nulis catatan harian, model-model postingan gue k
ali ini kaya diary gitu. Iyuuuh banget, udah umur 18 tahun masih beginian, tapi ga apa-apa, ga ada yang larang, ini termasuk hak asasi manusia. Kalo lo menganggap tulisan ini sampah informasi, tidak perlu dibaca.

Ok, jadi awalnya gue mau cerita tentang Bulan November dulu. Menurut gue, November tahun ini adalah bulan yang superwow. Gue ngerasa cape batin, cape fisik, cape perasaan, cape cape dan cape.
Kayanya hampir tiap hari hati gue menampung dan memendam sesuatu yang tidak bisa gue definisikan. Bukan hanya soal tugas-tugas yang semakin hari semakin menggila melebihi gilanya pasien-pasien rumah sakit jiwa. Masalah-masalah lain juga, bikin gue migren, bikin gue sering nempelin muka ke bantal kemudian bantalnya basah dan nyesek karena susah sekali mau cerita sama orang lain.

Terus Desol memutuskan untuk pindah kost, alasannya karena hal-hal "
aneh" di kost. Sebenernya gue lebih penakut dari dia tapi gue dan anak-anak kost lain berusaha tetep berpikir logis, yang kaya "gitu" emang ada tapi selama ga ganggu ya udah, yang penting sering-sering baca Al Qur'an, jangan lupa sholat. Bismillah aja yah, sesuatu deh yah *hush. Sedih liat temen begadang gue pindah... tapi ya udahlah, gue juga ga berhak memaksa dia untuk tetap di kost.

Memasuki bulan Desember gue sedikit lega. Ada tiga bulan dalam setahun ya
ng gue suka, salah satunya bulan Desember.Gue berharap ga sering-sering lagi ada badai di kepala gue apalagi perasaan yang bikin gue merasa kaya terjebak di dalam sepi, penyesalan, kerumitan.

Gue juga cape nangis, entahlah, gue diciptakan sebagai manusia dengan stok airmata yang lumayan kayanya yah. Cengeng lo! CENGENG! ARGH.

Awal Desember juga awal yang baik untuk move on. HALAH, niatnya mah udah dari kapan tau tapi ga terlaksana. Dikuasai perasaan sih, logika juga kalah sama hati mah.

Tapi gue menepati janji kan, gue ga pernah ngomong-ngomong mr.p lagi di twitter? :)

"I've forgotten your face in the rains of November. I've forgotten your voice. I don't want to remember"

Sayangnya ini rasanya impossible sekali bagi gue. *kapan move on-nya atuh neng? ckck!*


Lupakan.
Oh ya, kemaren di Panggung Apresiasi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) UNJ ada Mbah Sudjiwo Tedjo dan Ratna Sarumpaet.
Gue ikut diskusinya ga sampe selesai sih tapi udah nangkep makna dan melekatkan kesan kok. Gue jadi makin bangga jadi mahasiswa jurusan bahasa ^^




Dan tanggal 10 nanti Richard Marx bakal konser di Jakarta. Sayang sekali, gue ga dapet tiket gratisnya lewat kuis di twitter. Hiks, padahl pengen banget.



November-Desember. Aku masih sama, perasaan yang sama, aku masih perempuan yang sama, yang sangat betah berada di toko buku, aku masih suka membayangkan akuarium berisi ikan biru kemudian mengidamkan boneka besar berwarna biru untuk dipeluk saat hujan dan petir, kemudian aku masih mencintai langit biru.

November-Desember.. kemudian berganti tahun
Aku tahu aku tidak sendirian.





Selamat Desember.

Power Rangerssss


Ranger merah: Mega
Ranger biru: Nisa
Ranger pink: Nunu
Ranger putih: Irma / emak
Ranger hitam: Aulia
Ranger hijau: Dewi
Ranger oren: Fanni
Ranger kuning: Yeni
Ranger abu-abu:Uul


"Persahabatan itu kaya pelangi, tapi pelangi yang ga cuma muncul sehabis hujan. Persahabatan juga kaya power rangers, saling melengkapi membasmi kegalauan"

Minggu, 02 Oktober 2011

dearmr.p

The best and most beautiful things in the world cannot be seen, nor touched… but are felt in the heart –Helen Keller (Chicken Soup for the Soul)

Seperti bintang, salah satu hal indah di langit yang kukagumi namun aku tetap saja tak bisa menggapainya
Seperti awan perak di langit subuh, akupun hanya bisa memandanginya, jauh dari tempatku berpijak bersama lamunan
Seperti jingga yang menyeruak di cakrawala senja, aku juga tak bisa menyentuhnya
dan seperti kamu… sebelum sempat aku menyentuhmu, kamu sudah semakin jauh, aku tidak bisa menggapaimu.
Tapi aku bisa merasakan kehadiranmu disini.. di hatiku.
Karena disanalah keberadaanmu kusematkan, tak kubiarkan pergi.
Maaf untuk tidak membebaskanmu dalam bui perasaanku
Terima kasih karena menjadi bagian dan salah satu hal indah yang kumiliki di relung-relung imaji dan rasa, di hidupku.
-Resannisa di hujan pertama bulan September


dan di awal Oktober ini, aku rasa sudah seharusnya aku melepaskan melodi itu dalam kepalaku.


Ingatlah pada kupu-kupu doa yang kuterbangkan bersamamu.
Suatu saat nanti kamu akan tahu =)

p is stand for padhlan